
Tulisan
ini merupakan ringkasan hasil terjemahan dari buku great streets karya:
Allan Jacobs. Buku ini membahas mengenai jalan-jalan baik
(great streets) yang ada di dunia. Dimana bertujuan sebagai informasi
mengenai kualitas lingkungan fisik (rencana, potongan jalan, dimensi,
detail, pola dan konteks urban) dari jalan-jalan yang baik tersebut, sehingga dapat dijadikan acuan bagi para perancang kota dan pengambil keputusan.
Peran jalan dalam kehidupan perkotaan.
Jalan
tidak sekedar merupakan utilitas publik seperti saluran air dan limbah,
saluran kabel listrik dan bukan sekedar ruang fisik dimana orang dan
jalan melewatinya. Jalan merupakan tempat untuk berkomunikasi dan
bersosialisasi antar individu. Masyarakat kota mengerti bahwa jalan
memiliki symbol, makna dan aturan sosial dan politik bukan sekedar
sebagai jalur akses dan pergerakan.
Jalan
merupakan ruang milik publik. Jika kita membahas hal publik maka jalan
tersebut memiliki ukuran dampak yang besar. Jika kita behasil
mengembangkan dan merancang jalan tesebut dengan baik, mengagumkan, dan
menarik sebagai ruang publik bagi seluruh masyarakat kota dan
sekitarnya, maka secara langsung kita telah berhasil merancang sepertiga
kota tersebut dan akan berpengaruh besar pada dua pertiga sisanya.
Fokus pada hal fisik, kualitas disain.
Jalan
harus ditata dan dirancang, perancang harus memperhatikan hal fisik
seperti halnya pengembangan sosial ekonomi. Mayarakat menyukai suatu
jalan, dalam hal fisik dimana aktifitas dan ketenangan dapat ditemukan
di sana.
Kriteria untuk jalan yg baik (criteria for great streets).
· Dapat menciptakan sebuah komunitas: memfasilitasi tindakan manusia dalam bersosialisasi
· Aman dan nyaman: membuat masyarakat betah dan tidak merasa takut
· Mendorong partisipasi: menimbulkan rasa memiliki dan tanggung jawab pada lingkungan jalan, termasuk ikut serta untuk merawatnya
· Dapat diingat: memberikan kesan dan kenangan.
· Representative: dapat menjadi contoh tipe yang baik, untuk itu kriteria diatas harus mampu dipadukan dan juga memiliki nilai seni.
Pengalaman dan Penilaian.
Penilaian sesorang terhadap sebuah jalan sangat bergantung atau berdasarkan pengalaman pribadi mereka.
Setting for Great Streets
Semua jalan memiliki seting dalam pola dan blok jalan, skala, bangunan dan ruang (space).
Mungkin perbedaan jalan dengan lingkungannya, ukuran dan bentuk,
lingkungan alami dan ukuran dan bangunannya yang membuat jalan tersebut
menjadi special. Mungkin saja lokasi yang unik merupakan hal penting
untuk menjadi jalan yang bagus.
MEMBUAT JALAN YANG BAIK (MAKING GREAT STREETS)
1. Persyaratan Jalan yang Baik (requirements for great streets).
Diperlukan kualitas fisik tertentu untuk dapat menjadi great street.
· Tempat yang nyaman untuk orang berjalan (place for people to walk with some leisure)
Orang dapat berjalan dengan mudah dan aman, jelas dan mudah dalam pencapaian.
· Kenyamanan fisik (physical comfort)
Jalan yang baik adalah jalan memberikan kenyamanan dan perlindungan terhadap iklim
· Definisi (definition)
Mampu berkomunikasi dan memberikan definisi terhadap jalan tersebut. Jalan didefinisikan menjadi 2: vertikal
(ketinggian bangunan, tembok dan pepohonan), horisontal (lebar jalan,
jarak, dan lantai). Jalan yang baik mampu memadukan unsur vertikal
(tinggi) dan horisontal (lebar) dalam sebuah proporsi yang harmonis,
skala manusia (human scale), ruang antar bangunan (spacing of buildings).
· Kualitas yang melibatkan pandangan mata (qualities that engage the eyes)
Mata akan tertarik pada suatu yang bergerak dan mengalami perubahan. Jalan yang baik mampu menarik pandangan mata seperti adanya bayangan
dari perbedaan permukaan bangunan, bayangan, bayangan dan pertumbuhan
pohon, pergerakan dan pengguna jalan, warna dan pemanfaatan cahaya, dan
detail bangunan.
· Transparansi (transparency)
Dimana sisi publik dan semi publik yang ada pada jalan dapat bertemu dengan sisi privat dari bangunan. Orang dapat melihat, merasakan dan mengetahui apa yang ada dibaliknya.
· Komplementaritas (complementarity)
Adanya
keterpaduan dan rasa menghormati antar bangunan pada suatu jalan. Jalan
yang baik umumnya memiliki ketinggian bangunan yang hampir sama.
· Perawatan (maintenance)
Untuk
menjaga jalan tetap bersih, lancar dan tidak berlubang, maka sangat
penting untuk perawatan terhadap pepohonan, material, bangunan, dan
semua bagian jalan. Untuk itu diperlukan pemakaian material yang relatif
mudah untuk dirawat dan harus ada kepedulian pada elemen jalan yang
bersejarah.
· Kualitas konstruksi dan desain (quality of construction and design)
Adanya
kualitas yang baik dalam material, keahlian pembuatan, dan disain.
Disamping hal tersebut kualitas juga akan dipengaruhi oleh uang/ biaya
yang ada.
2. Kontribusi Kualitas (qualities that contribute)
beberapa kualiatas yang mempengaruhi jalan.
· Pepohonan (trees)
Selain menghasilkan oksigen dan peneduh untuk memberikan kenyaman, pohon juga dapat sebagai pembatas dan pengaman (safety barrier). Jarak antar pohon yang baik adalah 15 kaki sampai 25 kaki, pada tikungan (corner) berjarak 40 atau 50 kaki.
· Awal dan akhir (beginnings and ending)
Sangat diperlukan penataan awal/entrance dan akhir dari jalan. Kesan yang kuat akan terasa pada awal dan akhir jalan.
· Keanekaragaman bangunan (many building rather than few; diversity)
Bangunan
akan membentuk garis vertikal jalan, ukuran dan skala. Banyaknya
bangunan akan memberikan keberagaman fasade dan keberagaman aktifitas (mix uses).
· Ditail: fitur desain khusus (special design feature: detail)
Kulitas detail: gerbang (gates), fountains, tempat duduk (benches), kios, paving, petanda (signs), kanopi, lampu jalan (street light) akan memberikan pengaruh pada kualitas jalan.
· Tempat (place)
Jalan memiliki persimpangan (intersection), plaza kecil (small plazas), taman (park), pelebaran (widening), dan ruang terbuka (open space)
yang sangat penting untuk menikung/berbelok dan memutar arah,
menyediakan tempat untuk berhenti sejenak dan memberikan titik acuan
pada jalan.
· Aksesibilitas (accessibility)
Tujuan
utama adalah sebagai akses dari suatu tempat ke tempat yang lain. Jalan
yang baik memiliki akses yg mudah dan aman dan nyaman bagi perjalan kaki, kendaraan dan handicapped people.
· Kepadatan (density helps)
Dalam
mendisain dan membangun kita harus memperhatikan kepadatan yg terbentuk
dan peruntukan lahan yang ada. Kepadatan yang dimaksud disini adalah
kepadatan aktifitas orang, yang membentuk komunitas.
· Keberagaman (diversity)
Jalan yang baik memiliki keberagaman aktifitas, adanya mix uses dan keberagaman fungsi dan peruntukan di dalamnya.
· Panjang (length)
Terdapat special focal point seperti patung/tugu/monumen, dan special buildings
· Landai (slope)
Memberikan kenyamanan bagi penyandang cacat, orang tua, ibu dan anak kecil.
· Parkir (parking)
Jalan yang baik tidak diperuntukan untuk parkir kendaraan dalam jumlah banyak.
· Kontras (contrast)
Kontras
pada disain akan akan memberikan perbedaan bentuk dan ukuran dimana hal
tersebut dapat menarik perhatian dan menjadikannya spesial.
· Waktu (time)
Mampu menghadapi perubahan waktu dan jaman, dengan berbagai keragaman (diversity) dan terus berkembang (continue to change) serta memiliki nilai sejarah (sense of change).
KESIMPULAN (CONCLUSION)
Pada abad ke-20 berkembang 2 manifesto perancangan kota: the new town/ garden city dan the charter of athens.
Sebagai tanggapan atas gagalnya kota industri pada abad ke-19. Dimana
baik buruk kota akan dipengaruhi oleh baik buruk-nya jalan.
Tempat untuk berjalan, kenyamanan fisik, definisi, kualitas yang melibatkan pandangan mata, komplementaritas, perawatan,
dan kualitas konstruksi dan desain merupakan karakteristik fisik yang
diperlukan untuk menjadi jalan yang baik. Disamping hal tersebut diatas
juga diperlukan suatu “keajaiban”, dimana melibatkan daya pikat dan
pesona, imajinasi aspirasi.
“We can builds
and live in cities because we want to, not because we have to but
because they offer the prospect of fulfilling gregarious life”, kita
dapat membangun dan tinggal di kota karena kita ingin, bukan karena
kita harus tetapi karena menawarkan prospek kehidupan sosial.
Jalan
merupakan wilayah publik. Jalan adalah milik publik atau berada
langsung di bawah kontrol publik, sehingga dalam perancangannya harus
memperhatikan tujuan publik, termasuk menciptakan komunitas itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar